June 28, 2014
Pada suatu hari yang cerah, ibu suketi, begitu ia biasa dipanggil oleh anak-anak tongkrongannya, berniat melakukan transaksi jual beli...
Pada suatu hari yang cerah,
ibu suketi, begitu ia biasa dipanggil oleh anak-anak tongkrongannya, berniat
melakukan transaksi jual beli barang-barang kebutuhan dasar di suatu tempat
yang memang biasa menjual barang-barang seperti itu. Iya, singkatnya belanja di
pasar lah. Jadi bu suketi ini memang hobi sekali melakukan hal tersebut. Yah
sebetulnya sih bukan hobi, tapi lebih kepada tuntutan peran aja. Tidak seperti
biasanya yang selalu diantar suami, kali ini ia pergi sendiri naik metro mini.
Dasar ibu-ibu, gak di mana-mana kerjaanya protes terus. Saat itu memang sedang Rush Hour jadi selain macet, penumpang
juga bejubel. Lagian siapa suruh belanja ke pasar pas Rush Hour. Ibu suketi yang tidak terbiasa dengan hal ini komplen ke kenek
metro mini.
“Bang, bisnya rame banget
sih! Saya gerah nih, gak bisa napas. Engap.” Protes bu suketi.
Kenek dengan muka lempeng
lalu menjawab, “Iya nih, Bu. Supirnya lagi ulang tahun.”
You Might Also Like
April 29, 2014
By
Sayyidskiy
April 29, 2014
random
Kalau boleh jujur, draft postingan ini adalah awalnya membicarakan tentang agama dan permasalahan yang sering gue alami di kehidupan seha...
Kalau boleh jujur, draft
postingan ini adalah awalnya membicarakan tentang agama dan permasalahan yang
sering gue alami di kehidupan sehari-hari. Berat banget isinya. Tapi entah
kenapa, baru setengah halaman rasanya gue gak sanggup lagi nerusinnya. Gak berani, merasa masih belum mumpuni.
Meskipun gue sekolah di madrasah selama 12 tahun, rasanya masih kurang aja
pengetahuan agama gue. Gue memang gak berbakat jadi ustadz. Tapi mudah-mudahan
Allah selalu menuntun gue ke takdir terbaiknya.
Iya, kita bisa memilih
takdir kita sendiri lho. Kamu mau jadi orang baik bisa, jahat juga bisa.
Terserah. Itulah kenapa peran Allah teramat penting, yakni sebagai pelindung
dan penunjuk arah. Kalaupun suatu saat kita ‘Agak’ melenceng dari kebaikan, Ia
akan menjewer dan kembali menuntun kita ke arah yang benar (Yang ini pernah gue
alami). Yah, meskipun umur, rezeki, dan jodoh kamu sudah tertulis semenjak di
kandungan, tapi kelak ketika hidup di dunia, prosesnya bisa kamu pilih, apakah
mau proses yang baik atau yang buruk. Hasilnya pun masih bisa kamu tentuin
sendiri. Syurga? Atau Neraka? I see it that way. I see it that simple. Because
life is just as simple as word ‘worship’ and its meaning. Kita hidup cuma buat
disuruh beribadah kan intinya? Ohecip.
Beberapa waktu yang lalu
seorang teman mengirim pesan via BBM. Right after I updated a status that said
I was about to post something on my blog. She said she missed my witty writing. We once had a plan to work together making a script to send to a publisher back in 2011.
But then, I replied I would never be the same again as I used to be. Some things must come to an end, even good things. Now, my time has come.
You Might Also Like
April 17, 2014
Mungkin saat ini ia iri kepada secangkir kopi. Secangkir kopi yang mampu menyemangatiku setiap pagi. Tanpa perlu ada ucap, tanpa perlu ...
Mungkin saat ini ia iri
kepada secangkir kopi. Secangkir kopi yang mampu menyemangatiku setiap pagi.
Tanpa perlu ada ucap, tanpa perlu ada kata. Mungkin hanya itu yang aku punya
saat ini. Sungguh teramat fakir. Mungkin hanya itu yang bisa aku lakukan saat
ini. Ketika hari tak lagi sama. Ketika suka menjadi duka. Duka menjadi luka.
Mungkin saat ini juga ia
tengah iri. Iri kepada detik yang selalu mengiringi menit. Tak akan pernah
berhenti sampai kapanpun. Begitu setianya ia.
Kalaupun ia dapat membaca
tulisan ini, ia pasti akan sangat sedih karena lidah ini tak lagi berani mengucapkan
namanya, terlalu kelu. Kalaupun ia dapat membaca tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan rindu.
Rindu yang entah sampai kapan akan menemui Tuannya. Tak ada lagi air mata
yang dapat aku timba, karena sungguh rinduku padamu kini telah menyumur tanpa
dasar.
100 hari telah berlalu.
Rasanya baru kemarin aku mengenalmu. Entah bagaimana aku menggambarkannya.
Semua terasa begitu cepat. Bahkan belum habis aku baca semua kata-kata cinta
yang ada pada matamu. Seolah, memang tak ada batasnya. Begitu dalam. Begitu
banyak. Kadang aku berfikir, CINTA mungkin tak akan pernah bisa diikat oleh cincin, ia hanya
mampu dirangkai oleh nafas.
You Might Also Like